Malang (15/04) – Dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang isu-isu lingkungan dan pentingnya literasi geologi, MTs. Riyadlotut Thalabah mengadakan kegiatan outing class dengan tema “Literasi Geologi”. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mengunjungi berbagai tempat wisata edukatif di Jawa Timur, termasuk Ziarah Makam Sunan Asmorokondi, Gunung Bromo, Batu Night Spectacular (BNS), Museum The Bagong Adventure Museum Tubuh, Jatimpark 1, dan Wisata Petik Apel. Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa kelas VIII dan diikuti oleh perwakilan guru.
Kegiatan outing class yang dilaksanakan oleh MTs. Riyadlotut Thalabah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu-isu lingkungan serta memperkenalkan mereka dengan keindahan alam Indonesia, khususnya dalam konteks geologi. Dengan tema “Literasi Geologi”, siswa diajak langsung mengunjungi sejumlah lokasi yang kaya akan pengetahuan tentang alam dan lingkungan.
Pada hari pertama, rombongan berziarah ke Makam Sunan Asmorokondi (Palang, Tuban), yang terkenal dengan sejarah spiritualnya. Selanjutnya di hari ke dua, mereka menuju Gunung Bromo, salah satu gunung berapi yang terkenal di dunia, yang memberikan wawasan langsung tentang geologi dan fenomena alam vulkanik. Selain itu, para siswa juga berkunjung ke Batu Night Spectacular (BNS), yang menyajikan berbagai wahana spektakuler. Pada hari ke tiga, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Museum The Bagong Adventure Museum Tubuh dan Jatimpark 1, tempat yang menyediakan berbagai wahana yang tidak hanya menghibur, namun juga memberikan informasi mengenai anatomi tubuh manusia melalui obyek museum tubuh yang ada di sana.
Staff Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Bapak Muhammad Muhlisin, S.Tr. Par., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan siswa pada isu-isu lingkungan dan pentingnya melestarikan alam. “Mengajarkan anak untuk mengetahui isu-isu lingkungan, dengan mempelajari langsung melalui karya wisata, dan mempelajari anatomi tubuh manusia dari obyek museum tubuh di Jatimpark 1. Memberikan wawasan yang lebih mendalam dan relevansi yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari siswa,” ujarnya.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk bersenang-senang sembari belajar. Salah satu peserta, Najma Shabrina Ramadhani, perwakilan siswa, mengungkapkan kesannya terhadap kegiatan tersebut. “Kegiatan ini seru sekali! Kami mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru sambil berwisata tentang lingkungan melalui kunjungan langsung ke tempat-tempat yang memiliki nilai edukasi tinggi. Saya merasa sangat beruntung bisa mengikuti kegiatan ini,” tuturnya.
Di hari terakhir, para siswa juga berkesempatan untuk menikmati Wisata Petik Apel di Malang, yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pengalaman langsung tentang pertanian dan pentingnya menjaga keberlanjutan alam.
Melalui tema yang sangat relevan, kegiatan ini berhasil mencapai tujuan utamanya untuk membangkitkan kesadaran dan pengetahuan siswa tentang geologi, lingkungan, dan pentingnya pelestarian alam melalui pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif. Para siswa diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan dan pengalaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan sekitar.
Tinggalkan Komentar